Archive

Posts Tagged ‘QGIS’

QgsExpression with Python

In QGIS, there is this cool feature called by Expression. I use it mostly on Field Calculator in attribute table. There are some places that you can find also. You can read more about this Expression here.

This week, I tried to use it in Python. It turned out very simple (of course, I need to Google it here and there first how to use it). The class name is QgsExpression. You can import it from qgis.core. Below a sample code how to use it:

from qgis.core import QgsField, QgsExpression
def sum_fields(layer, output_field_name, input_fields):
    """Sum the value of input_fields and put it as output_field.

    :param layer: The vector layer.
    :type layer: QgsVectorLayer

    :param output_field_name: The output field name.
    :type output_field_name: str

    :param input_fields: List of input fields' name.
    :type input_fields: list
    """
    # Creating expression
    string_expression = ' + '.join(input_fields)
    sum_expression = QgsExpression(string_expression)
    sum_expression.prepare(layer.pendingFields())

    # Get the output field index
    output_idx = layer.fieldNameIndex(output_field_name)
    # Output index is not found
    if output_idx == -1:
        output_field = QgsField(output_field_name, QVariant.Double)
        layer.startEditing()
        layer.dataProvider().addAttributes([output_field])
        layer.commitChanges()
        output_idx = layer.fieldNameIndex(output_field_name)

    layer.startEditing()
    # Iterate to all features
    for feature in layer.getFeatures():
        feature[output_idx] = sum_expression.evaluate(feature)
        layer.updateFeature(feature)

    layer.commitChanges()

The code above is a function to sum the value in list of fields (input_fields) into an output field (output_field_name) in a layer.

Basically, you just need to create the expression, and evaluate it to get the value from the expression. In this doc, I found out that using prepare will make the evaluation faster for many features.

Membuat Plugins QGIS di Windows

13 Juni 2013 9 komentar

Kali ini saya akan menulis mengenai tutorial membuat plugin di QGIS di Windows. Kenapa di Windows? Karena, kadang-kadang kita menemui kesukaran yang tidak ditemukan di OS lain. Contoh saja, penanganan path. Sebelum memulainya, saya mengasumsikan sudah memiliki QGIS terinstall di komputer Anda. Untuk tutorial kali ini, saya menggunakan Sistem operasi Windows 7 SP1 64bit ASLI. Untuk kali ini akan dibuat plugin yang menampilkan “Hello ” + nama masukan ketika suatu tombol ditekan. Sederhana bukan?

  1. Menginstal Plugin Builder
    Untuk permulaan, sebaiknya menggunakan Plugin BuilderPlugin Builder merupakan plugin pada QGIS untuk membuat plugin secara lebih mudah. Untuk menginstalnya, cukup buka QGIS, lalu ke menu bar Plugins –> Fetch Python Plugins, dan fetch plugin ini dari repositori resmi QGIS. Jangan lupa di-enable setelah dipasang.
  2. Membuat Plugin dengan Plugin Builder.
    Pada langka ini, Anda cukup menjalankan Plugin Builder dan isi field yang dibutuhkan. Lalu tekan OK.

    Plugin Builder

    Plugin Builder

  3. Simpan plugin Anda di tempat yang dikehendaki.
    Saran dari saya, simpanlah dari direktori plugin milik QGIS. Lokasinya (biasanya) ada di C:\Users\user\.qgis\python\plugins. Setelah anda menekan OK, akan muncul tampilan seperti di bawah ini:

    Plugin Builder Result

    Plugin Builder Result

    Bisa dilihat, pada screenshot tersebut, ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum plugin kita bisa digunakan. Jika Anda langsung mencoba meng-enable plugin Anda di QGIS, akan muncul pesan error.

  4. Penambahan Path
    Pada gambar di langkah ke tiga, disebutkan bahwa Anda harus mengompile ui file dan resources file menggunakan pyuic4 dan pyrcc4. Kedua command secara default tidak ditemukan di command line Windows. Untungnya, QGIS sudah memiliki kedua buah command ini, yang diperlukan hanyalah menambahkan path ke sistem Anda. Path yang saya maksud adalah direktori kedua buah command ini. Untuk di komputer saya misalnya, terletak di : “C:\Program Files (x86)\Quantum GIS Lisboa\bin”.
  5. Kompilasi ui file dan resource file
    Setelah menambahkan path, hal yang dilakukan selanjutnya adalah mengompile ui file dan resource file. Untuk ui file, bisa dilakukan dengan command sebagai berikut:

    pyuic4 -o ui_helloplugins.py ui_helloplugins.ui
    

    Sedangkan untuk resource-nya bisa dicompile dengan:

    pyrcc4 -o resources_rc.py resources.qrc
    

    Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika mengompilasi resources.qrc, pastikan dikompile e resources_rc.py. Hal ini dikarenakan Plugin Builder mengimport resources_rc secara default di file helloplugin.py (untuk kasus saya). Anda tentu saja bisa menggantinya dengan nama yang lebih fantastik menurut Anda.

  6. Coba
    Setelah dikompile, coba buka QGIS, enable plugin Anda, coba jalankan, dan lihat apa yang muncul. Seharusnya, akan muncul tampilan seperti berikut:

    Hello Plugins First Sight

    Hello Plugins First Sight

  7. Mengubah User Interface (UI)
    Tentu saja, jendela kosong dari plugin tersebut kurang menarik. Mari kita ubah UI plugin kita. Caranya adalah dengan menggunakan QT Designer. Anda bisa mendapatkannya di http://www.riverbankcomputing.com/software/pyqt/download. Setelah diinstal akan muncul beberapa program baru, beberapa diantaranya adalah QT Designer (yang digunakan untuk mengedit UI) dan QT Linguist (yang dipergunakan untuk translasi).
    Untuk mengeditnya, jalankan Designer, dan buka file ui plugin kita. Penggunaannya cukup mudah, dengan drag and drop. Karena kita akan membuat plugin yang menuliskan “Hello ” + nama, maka saya butuh sebuah line edit, push button, dan sebuah label.  Silahkan berkreasi. Contoh hasil di saya:

    QT Designer

    QT Designer

    Setelah selesai, jangan lupa di-save dan dikompile lagi ui file nya seperti langkah sebelumnya.

  8. Menuliskan kode
    Langkah selanjutnya adalah menuliskan kode yang akan menuliskan “Hello ” + nama ketika ditekan tombolnya. Yah, karena ini bukan masalah ke teknis ngodingnya, jadi bisa dilihat saja contoh kode saya di : https://github.com/ismailsunni/HelloPluginQGIS/blob/master/helloplugindialog.py#L28

  9. Hasil
    Dan beginilah hasil dari plugin Hello Plugin saya:

    Hello Plugin Result

    Hello Plugin Result

Nah, selesai sudah contoh membuat plugin QGIS di sistem operasi Windows. Tidak jauh berbeda ketika melakukan developing di Linux. Selamat mencoba.

Mencoba QGIS-Master (2.0)

13 April 2013 1 komentar

Saya pertama kali menggunakan QGIS 1.8, dan sampai sekarang versi 1.8 adalah versi yang terbaru. Namun (mungkin) pertengahan tahun ini akan dirilis versi 2.0. Kita bisa mencicipi terlebih dahulu QGIS versi yang akan datang ini dengan menginstal versi masternya. Silahkan buka pranala ini. Untuk Windows, silahkan download OSGeo4W dan run administrator.

Saya bukan masih baru dalam dunia GIS ini, termasuk dalam penggunaan QGIS ini. Baru-baru ini saya mencoba (dalam training singkat di kantor) QGIS versi master yang akan dirilis sebagai versi 2.0.

Saya tidak cukup tahu banyak tentang QGIS ini, terutama penggunaan dalam sehari-harinya. Mungkin untuk beberapa API atau plugin-nya, saya cukup tahu. Maklum, tidak pernah makan asam garam-nya, langsung loncat ke kodingannya.

Nah, beginilah kurang lebih hasil coba-coba saya.

QGIS Master Screenshot

QGIS Master Screenshot

Saya mencoba labeling-system pada QGIS Master ini. Nampaknya menyenangkan.

Labeling QGIS Master

Labeling QGIS Master

Mencoba Map Composer.

Map Composer QGIS-Master

Map Composer QGIS-Master

Hasil pembuatan peta. Lumayan lah, untuk seorang yang tidak bisa mencampur warna.

Map result

Map result

Kategori:GIS Tag:,

InaSAFE 1.0

1 Desember 2012 1 komentar

After I graduated, I work for AIFDR to develop InaSAFE. What is it? InaSAFE is free software that produces realistic natural hazard impact scenarios for better planning, preparedness and response activities. This is an open source software, developed by developers around the world. From all (five) continents actually.

The latest InaSAFE’s version is 1.0. It’s launched in the 5th AMCDRR  (Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction) in Yogyakarta. InaSAFE was presented by Trevor Dhu from AIFDR. You can watch it here. And the other good news, our Indonesian President, SBY, came to our booth and got explanation about InaSAFE by Trevor Dhu also. You can watch it here.

Can I use InaSAFE? Of course. You can go to the website, inasafe.org and read the instruction. Or basically, just install QGIS (it’s free also) and fetch the plugin to get InaSAFE.

The other thing, if you want to look at the code, you can go to the github. And may be you can help us 🙂

My personal opinion. This is my first real job. And this is amazing. A big project (awesome developers, I learnt many things from them, I’m very lemcups, I’m new to everything in the project except the python thing and the programming) and I like it.

But of course, there are something I couldn’t get. Yeah, life is about choosing your path. As long as you can choose, be graceful.

PS : I write this post in English because I will take iBT next Saturday, and I haven’t studied.

PS II : Sorry, I can’t keep my word to post one post in a month. I got sick twice this semester. And another excuses.

Kategori:Project, Python Tag:, ,
%d blogger menyukai ini: